An-Nur:31(mengenai jilbab)

Surat An-Nur:31 salah satunya mengenai jilbab untuk wanita

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).

AGAR HATI MANTAP UNTUK BERHIJAB

Jilbab adalah identitas seorang muslimah. Jilbab merupakan pembeda antara wanita muslim dengan yang kafir. Namun pada kondisi saat ini ternyata ada banyak hal yang perlu menjadi PR bagi kita bersama sebagai muslim. Tidak bisa dipungkiri, seiring dengan berkembangnya peradaban dan pola pikir manusia, hakikat jilbab ternyata juga ikut mengalami pergeseran-pergeseran, entah ke arah positif maupun negatif.

Kenapa harus berjilbab ?

Pada dasarnya, hukum berjilbab bagi seorang wanita muslim adalah wajib seperti layaknya wajibnya sholat lima waktu bagi muslim yang sudah baligh. Kenapa wajib? Karena seperti halnya sholat lima waktu, perintah berjilbab pun ada dalilnya di dalam Al Qur’an, merupakan perintah yang datangnya langsung dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah di dalam QS. Al Ahzab : 59 yang artinya :“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan ternyata perintah berjilbab tidak hanya ditegaskan sekali saja, namun masih ada ayat lain yang juga memperkuat hukum berjilbab :

“Dan katakanlah kepada para wanita yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya….” ( QS. An-Nur: 31)

Nah, jangan keliru dan salah menafsirkan ayat-ayat ini. Bukan berarti bahwa hanya istri dan putri Nabi saja yang diwajibkan berjilbab. Kitapun sebagai muslimah diwajibkan berjilbab. Lalu apa saja sih yang selama ini menjadi kendala untuk berjilbab? Apa saja yang menjadi faktor keragu-raguan untuk berjilbab ? Ini dia beberapa kendala yang mungkin dialami oleh sepersekian saudari kita :

1. Tidak diperbolehkan oleh orang tua.

Nah, yang ini adalah kasus umum yang sering terjadi. Kemungkinan adalah karena masih kurangnya pemahaman orang tua tentang Islam. Maka perlu ada pendekatan personal, tapi jangan frontal.

2. Belum mengetahui adanya perintah berjilbab.

Mungkin karena kurangnya pengetahuan bahwa sebenarnya jilbab itu wajib bagi seluruh wanita muslim. Mungkin saja karena ia jarang mengikuti kajian Islam, belum mempelajari Al Qur’an hingga ke terjemahannya, atau mungkin karena ia tinggal di daerah konservatif, terpencil ataupun di “kawasan hitam” perkotaan. Mungkin ada satu lagi golongan yang mengetahui ilmunya, mempunyai pemahaman yang baik terhadap Islam, namun salah menafsirkan sehingga manganggap bahwa jilbab tidak wajib karena disesuaikan dengan konsep perkembangan peradaban manusia.

3. Tuntutan profesi.

Mungkin bidang kerjanya sebagai model, pramugari, polwan, dsb. Posisi ini adalah posisi yang memang serba sulit.

4. Pandangan yang terlalu sempit.

Mungkin saja karena mengatasnamakan nasionalisme atau apalah namanya, akhirnya menganggap bahwa jilbab itu merusak toleransi antar umat beragama (SARA). Padahal kalau di Indonesia sendiri, Bhinneka Tunggal Ika diartikan sebagai pemersatu bangsa sekaligus sebagai wujud penghargaan terhadap perbedaan. Jadi seharusnya jika kita masih menjunjung tinggi semboyan kita itu, maka berilah kebebasan kepada para muslimah untuk berjilbab.

5. Pengambilan sample yang salah terhadap muslimah yang berjilbab.

Hal ini misalnya dengan menganalogikan hal yang satu dengan yang lainnya. Ada orang yang berjilbab namun tingkah lakunya masih kurang sesuai dengan syari’at. Lantas hanya dengan satu sample itu maka dijadikan suatu stereotype terhadap seluruh perempuan berjilbab. Akhirnya mengambil kesimpulan dari satu pengalaman saja tanpa melihat pada banyak hal yang lain. Akhirnya muncul pendapat bahwa lebih baik tidak berjilbab namun kelakuan baik daripada berjilbab tapi kelakuannya kurang baik. Nah, ini dia salahnya. Seharusnya kita tahu bahwa manusia diciptakan berbeda satu sama lain. Kenapa tidak kita ciptakan saja pendapat “yang terbaik adalah berjilbab dan kelakuannya baik” pada diri kita?

6. Anggapan bahwa jilbab membatasi aktivitas.

Ehmm..kata siapa berjilbab itu ribet dan membatasi aktivitas. Itu pasti karena belum terbiasa saja. Kalau sudah terbiasa pasti enjoy aja. Nyatanya sekarang ini justru banyak jilbaber-jilbaber yang menjadi “orang penting” di dalam organisasinya. Mereka tetap bebas bergerak, masih tetap bisa berolahraga.

“Maa anzalna alaykal qur’aana li tasqaa” (Sungguh Kami turunkan Al-Qur’an tidak untuk menyusahkanmu).

Allah menciptakan hukum Islam bukan untuk menyulitkan hambaNya melainkan untuk melindungi hambaNya. Jilbab ibarat perisai bagi muslimah, menutup aurat supaya terjaga dari pandangan pria yang bukan muhrimnya.

7. Faktor pribadi

Merasa lebih cantik jika tanpa jilbab? Ah, itu salah besar. Justru jika berjilbab, kulit kita akan terlindungi debu dan panas terik matahari. Ya, ngga?!.

Merasa rugi jika selagi masih muda tidak bisa berpenampilan secara bebas mengikuti trend dan mode? Waduh, dasar cewek. Emangnya zaman sekarang ga ada model jilbab yang modis ya? Ada tuh…Sudah banyak kok model-modelnya, mulai dari warna, corak dan bentuk. Tapi, disini harus tau lah membedakan antara yang jilbab syar’i (sesuai dengan syariat Islam) dengan yang hanya asal pakai saja. Jangan jadi orang yang asal pakai jilbab saja. Memakai jilbab harus sesuai dengan ketentuan hukum Islam yakni menutup dada dan tidak transparan. Hal ini juga harus diikuti dengan pemakaian busana yang longgar, tidak memperlihatkan aurat dan lekuk tubuh. Jangan mau menjadi korban mode tanpa jilbab, yang mempertontonkan aurat kepada siapa saja secara gratis!

Takut dibilang seperti ibu-ibu? Nggak juga tuh…! Cuek bebek aja lagi. Justru banyak pria sholeh dan dari kalangan baik-baik yang bakal demen, yakin deh…^-^. Ups, tapi inget ya, bukan itu tujuan berjilbab. (Di dalam Islam diajarkan untuk menjaga hati dan pandangan loh..).

”Katakanlah kepada orang-orang mukmin untuk menjaga pandangan mata mereka…”(QS. An-Nur : 30)

Takut susah mendapatkan jodoh/ pekerjaan? Tunggu dulu nih…Salah jika berpendapat seperti itu. Jodoh dan rizki adalah ketentuan Allah, jadi manusia hanya mengusahakan saja. Harus tetap optimis. Di dalam Al Qur’an disebutkan bahwa wanita yang baik-baik adalah untuk pria yang baik pula. Nah, perempuan sholihah berjilbab pasti bakal dipertemukan dengan pria yang baik dan sholih pula. Cinta yang tumbuh adalah cinta karena Allah. Sedangkan pria yang menyukai wanita tidak berjilbab, ada kemungkinan bahwa cintanya bukan karena Allah tapi karena hawa nafsu. Kalau pekerjaan, carilah pekerjaan yang baik dimana hak kita sebagai muslim pun tetap dihargai.

Merasa belum pantas berjilbab karena merasa belum pandai ilmu Islam? Bukan jadi masalah. Semua butuh proses, tapi yang paling penting adalah tunaikanlah dulu kewajiban berjilbab. Setelah mampu berjilbab secara fisik, maka sedikit demi sedikit kita bisa membuat jilbab untuk hati. Semuanya itu secara bertahap, tidak bisa seketika. Seperti halnya proses penciptaan manusia dan alam semesta, proses perbaikan diri pun bertahap tidak seketika jadi.

Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,…(QS. Huud :7)

8. Fitnah terhadap Islam yang selama ini tersebar.

Mungkin jika di tanah air pada tahun-tahun sebelumnya pernah tersebar isu jilbab “ninja”, maka yang sekarang muncul adalah isu terorisme yang mana Islam dikambinghitamkan, bahkan perempuan bercadar ikut dicurigai. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah saat orang-orang yang mengaku beragama Islam juga ikut memojokkan Islam dengan mencurigai wanita berjilbab lebar, pria berjenggot maupun madrasah-madrasah. Hal inilah salah satu yang menjadi kekhawatiran masyarakat tentang pemakaian jilbab, dalam artian takut terlibat menjadi orang yang dicurigai dengan hal-hal yang seperti itu, sehingga takut untuk mengenakan jilbab.

 

Dan masih banyak lagi faktor-faktor lain yang mungkin tidak tersebutkan disini yang mungkin anti sekalian alami di saat sekarang ini.

Nah, bagi anti sekalian yang sudah mempunyai niat berjilbab, ada beberapa tips yang mungkin bisa dicoba sejak sekarang supaya hati kian mantap untuk berjilbab :

1. Bulatkan niat untuk berjilbab.

Innamal a’malu binniyat. Tetapkan hati, mulai dari hal-hal yang kecil, misalnya mengenakan pakaian yang ada dalam batas kesopanan. Lalu, saat niat memakai jilbab muncul, bersegeralah memakainya, jangan menunggu terlalu lama hingga akhirnya keraguan itu muncul kembali. Buatlah komitmen pribadi, sekali memakai jilbab jangan bongkar pasang lagi. Ingat perintah Allah, jangan mencari-cari lagi dalil lain yang ternyata salah penafsiran. Luruskan niat berjilbab adalah karena Allah, bukan karena hal lain. Bukan karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain atau pun bukan karena menyukai pria yang suka pada muslimah berjilbab. Jangan sampai niat kita salah dan menjadi sia-sia karena tidak terhitung mendapatkan pahala.

“Barang siapa yang melakukan sesuatu amal yang bukan perintah kami(Allah dan RasulNya), maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim)

Bagi yang masih terhalang karena belum diijinkan oleh orang tua, coba lakukan pendekatan personal, berikan pemahaman sedikit demi sedikit. Saya yakin antum yang lebih mengetahui karakter orangtua antum.

2. Sering-sering mempelajari Al Qur’an beserta maknanya, juga membaca buku-buku Islam.

3. Lebih sering datang ke majelis ilmu.

Datang pada acara kajian Islam sedikit demi sedikit akan menyadarkan kita akan pentingnya “nutrisi” untuk ruh kita. Apa yang kita dengarkan jangan begitu saja dilupakan, namun untuk diingat dan diamalkan. Jadilah golongan yang “sami’na wa atha’naa” (kami mendengar dan kami laksanakan), jangan seperti kaum kafirun yang “sami’na wa ashaynaa” (kami mendengar dan kami bantah).

4. Bergaul dengan orang yang mempunyai pemahaman agama yang lebih baik.

Rasulullah bersabda : “Seseorang itu terletak pada agama teman dekatnya, sehingga masing-masing kamu sebaiknya melihat kepada siapa dia mengambil teman dekatnya” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baghawi).

Harus banyak bergaul dengan teman-teman yang sholihah.

5. Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu.

6. Tetap berprestasi dengan jilbab yang syar’i.

Jadilah muslimah yang berprestasi. Tunjukkan pada orang tua kita, sahabat kita, orang yang ada di sekitar kita bahwa jilbab bukan menjadi penghalang bagi aktivitas dan prestasi kita. Dan satu lagi, jangan lupa refresh kembali arti jilbab syar’i…

NIAT BERHIJAB

Niat berjilbab

Tidak mudah bagi perempuan untuk menetapkan hati dan menyakinkan dirinya memakai jilbab, jilbab bukan sekedar penutup aurat tapi karena semata karena ibadah.

Hari ini seseorang teman bertanya dengan niat ingin mengenakan jilbab, aku berkata  “alhamdulillah, apakah kamu sudah yakin ?”, dan dia hanya menjawab  “saya akan mencoba dengan mulai menggunakan pakaian yang tertutup seperti menggunakan lengan panjang dan baju panjang dan perlahan akan menggunakan jilbab kalau sudah siap”.  Entah mengapa mulai pagi hari sebelum aku tiba di  kantor akupun sudah membahasnya dengan suami ketika kami dalam kendaraan.  Bahasan kami pagi ini bagaimana teman-teman kami yang semula memakai jilbab lalu membuka jilbabnya.

Aku jadi teringat saat sebelum saya menggunakan jilbab, suami menyarankan untuk segera menggunakan jilbab, tapi saat itu yang aku katakan aku belum siap, akhirnya beliau tdk memaksakan,  orang tua pada saat masih hidup belum juga memaksakan, sehingga akhirnya di di tahun 2000 aku meminta izin kepada suami dan memutuskan menggunakan jilbab dengan keyakinan tanpa paksaan dari siapapun juga.  Saat itu suami sangat bersyukur sekali.

Yang pengen aku bahas disini, adalah bagaimana seseorang yang semula telah berniat menggunakan jilbab lalu membuka kembali.  Memang hal itu tidaklah mudah seseorang yang telah memutuskan berjilbab sangat membutuhkan mental, siap lahir dan batin.  Keyakinan itu harus datang dengan sendirinya dalam  hati kita masing-masing tanpa paksaan ataupun karena mengikuti mode.  Banyak kaum wanita masih saja ragu dengan berjilbab sehingga seseorang tanpa keyakinan yang kuat bisa saja berbalik dari berjilbab menjadi tanpa jilbab.

Hal yang perlu digaris bawahi disini bahwa banyak faktor penting kenapa seseorang yang semula berjilbab membuka jilbabnya :

  1. Keyakinan belum kuat (masih labil)
  2. Lingkungan kerja yang tidak memperbolehkan karyawan menggunakan jilbab
  3. Masih belum bisa meninggalkan kebiasaan lama, seperti pergi berhura-hura, dsb.
  4. Keluarga tidak mengizinkan
  5. Hanya mengikuti mode
  6. Kesehatan, biasanya ada beberapa orang kalau kepala tertutup merasakan sakit kepala yang berkepanjangan.

Kalau melihat ke tujuh hal di atas, disini kita mengkaji lagi bawa seseorang yang sudah meniatkan dirinya untuk memakai jilbab, haruslah sudah memahami betul kaidah-kaidah tentang penggunaan jilbab

Perintah memakai jilbab bagi wanita muslimah telah Allah firmankan dalam kitab-Nya yang mulia Al-Qur’an dan hadits rasul-Nya.Kedudukan mengenakan jilbab (busana wanita muslimah) dihukumi wajib sama kedudukannya dengan shalat , puasa, zakat, haji(bagi yang mampu).Dan, jilbab ini bila ditinggalkan (diacuhkan) oleh seorang wanita yang mengaku dirinya memeluk agama islam maka bisa mengakibatkan pelakunya terseret dalam salah satu dosa besar karena kedudukannya yang wajib maka bila ditinggalkan akan mendapatkan adzab, laknat dan murka Allah subhanahuwata’ala.

Maka sepatutnya bagi seorang wanita muslimah setelah mendapati dalil tentang wajibnya mengenakan jilbab mematuhinya dan segera melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya untuk menghindarkan dirinya dari murka Allah dan tentu saja siksa-Nya yang sangat pedih dineraka bagi hamba-hamba-Nya yang melanggar perintah-Nya.

Nah, kalau sudah yakin dengan kaidah-kaidah di atas dan meyakininya benar-benar, maka kita haruslah mematuhi apa yang sudah ditetapkan oleh Allah dan tidaklah patut bagi kita untuk melanggar laranganNya dan berpaling dari perintahNya sebab akan menyebabkan kita akan tersesat.

Untuk saudaraku yang sesama wanita muslim,  inilah ulasan kecilku mengenai pemakaian jilbab.

Wanita Berjilbab Lebih Dipilih

Coba Anda bayangkan saat Anda mungkin membeli kue di pasar. Pertama, ada kue yang terbungkus dengan daun pisang misalnya, dengan plastik putih transparan misalnya, namun ada juga kue yang tidak dibungkus dengan apa pun. Tidak tahu kalau kue itu tadi digerumbungi lalat. Nah, kue mana yang Anda pilih? Tentu saja kue yang dibungkus, sebab kue yang dibungkus itu lebih terjamin kebersihannya dari kontaminasi tangan-tangan yang penuh kuman dan virus. Begitu juga dengan wanita berjilbab. Mereka akan lebih indah dipilih sebagai pendamping hidup, kecuali wanita berjilbab yang masih tidak menjaga dirinya, misalnya masih berikhtilat di antara para lelaki.
Wanita Berjilbab Lebih Anggun
Wanita berjilbab lebih anggun jika menggunakan rok, baju tidak ketat, baju tidak transparan, menutupi seluruh tubuhnya, kecuali muka dan telapak tangan. Itulah yang dimaksud berjilbab secara kaffah.
Wanita berjilbab lebih anggun dengan pakaian takwanya itu. Bukankah wanita berjilbab itu harus berpakaian tidak menyerupai laki-laki. Allah pun tidak menyukai wanita yang menyerupai laki-laki atau laki-laki yang menyerupai wanita.
Wanita Berjilbab Juga Tidak Sempurna
Manusia itu tidak ada yang sempurna. Oleh karena itu, Anda jangan pernah berkata, aku belum baik sehingga aku belum pantas berjilbab. Padahal memakai jilbab itu bukan untuk wanita-wanita yang baik-baik. Memakai jilbab itu hanya berarti mengikuti perintah Allah atau tidak. bukankah Allah sudah berfirman mengapa wanita muslim harus memakai jilbab?!
Wanita Berjilbab Itu Lebih Taqwa
Sejak wanita itu memakai jilbab, maka secara otomatis wanita itu taat pada  Allah, yaitu taat pada perintah Allah yang memerintahkan muslimah memakai jilbab. Walaupun wanita itu jahat, namun dibalut dengan jilbab, maka wanita itu tetap taat pada Allah, taat khususnya dalam perintah berjilbab.
Padahal zaman Rasulullah dulu, wanita-wanita beriman yang taat pada Allah atas wahyu yang turun kepada Rasulnya untuk memakai jilbab, wanita-wanita taat itu langsung menggunting kordengnya, taplak mejanya, hanya untuk dijadikan jilbab. Zaman sekarang? Jilbab sudah canggih, men?!
Wanita berjilbab itu lebih takwa, sebab jilbablah yang membuat mereka taqwa. Contohnya: Ketika kita enggan shalat, maka kita akan malu. Malu dengan jilbab. “Aku malu jika tidak shalat, kan aku sudah berjilbab.” Begitulah.
Lalu misalnya, ketika kita makan sambil jalan, maka hati kita akan berkata lagi, “Aku malu makan sambil jalan, kan aku sudah pakai jilbab?!” Nah, begitula jilbab menjadikan diri kita lebih taqwa. Jadi tunggu apa lagi. Taatlah sekarang juga dengan perintah Allah yang satu ini, ‘memakai jilbab’.
Jangan tunggu nanti-nanti, siapa tahu dua menit lagi Anda akan mati mendadak. Jadi tidak sempat menjalankan perintah Allah yang satu ini. Wanita berjilbab itu bukan harus baik dulu, namun jilbablah yang akan menjadikan dirinya lebih baik dan lebih taqwa. Wallau a’lam.
Mendengar kata cantik, yang terbayang adalah seorang wanita yang anggota wajahnya -mata, hidung dan bibir- proporsional, sedap dipandang mata. Cantik juga dikaitkan dengan kulit yang terawatt baik, rambut hitam bercahaya, bentuk tubuh langsing dan gaya berbusana yang up to date.
Bicara soal busana, seringkali yang dituduh sebagai penyebab ketidakcantikan seorang adalah jilbab. Dengan pakaian yang syar’i, memang bentuk tubuhnya yang langsing tak tampak lagi.
Kecantikan fisik merupakan salah satu nikmat dari Allah yang dikaruniakan kepada sebagian saudari kita. Misalnya saja, suatu ketika kita diberikan nikmat oleh Allah berupa harta yang sangat berharga. Tentunya kita hati-hati menjaga harta itu, melindunginya dari jamahan orang lain, tidak menghamburkan pada setiap orang, dan hanya mempergunakan  di saat yang memang benar-benar tepat. Lalu, bagaimana jika kenikmatan itu berupa kenikmatan fisik, khususnya kecantikan seorang wanita?
Mengobral kecantikan fisik pada setiap orang, seolah membiarkan barang yang amat berharga dijadikan keroyokan banyak orang. Dengan begitu, status berharga pun jadi barang rendah dan murah, karena setiap orang akan mudah menikmatinya, beginikah yang diinginkan para wanita?
Hijab, Cantik Dimata Allah
Semua itu tidak akan terjadi jika muslimah menuruti syariat Allah, mengenakan hijab. Berdasarkan perintah Allah, yang artinya:
Di zaman Rasulullah para sahabiyah begitu mendengar ayat ini turun, langsung merobek selendang tebal mereka untuk dibuat menjadi kerudung.
Ummu Salamah bercerita ketika ayat ini turun, maka wanita Anshar keluar dari rumah mereka dengan memakai kerudung, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung gagak.
Kecantikan fisik memang merupakan nikmat dari Allah. Nikmat akan bertambah jika pandai-pandai bersyukur kepada-Nya. Sebaliknya, nikmat bias berubah menjadi siksaan jika yang diberi nikmat tidak bias mensyukurinya.
Ucapan “Alhamdulillah, wajah saya cantik,” saja, tidaklah cukup. Syukur yang benar adalah menggunakan nikmat itu untuk taat kepada Allah. Mensyukuri kecantikan fisik adalah dengan memperlakukan kenikmatan tersebut agar senantiasa sesuai dengan perintah Allah.
Berjilbab Menjadikan Anda Cantik
Berhijab itu cantik di mata Allah, walaupun di mata manusia pengumbar pandangan dianggap tidak kelihatan cantik. “Dengan berjilbab, saya jadi tetap cantik, kan?” begitulah kiranya komentar yang tepat.
Tapi komentar ini pun bisa jadi salah besar. Lho? “Dengan berjilbab, kulit saya kan jadi tertutupi, tidak kepanasan, sehingga tidak menjadi coklat dan kusam. Nah saya kan jadi tambah cantik.” Wah, jika dimaknai seperti itu, amalan berjilbab pun jadi sia-sia.
Memang, ada muslimah yang berhijab dengan niat yang tidak benar. Salah satunya seperti diatas tadi, berhijab untuk menjaga kecantikan kulit. Ada yang berhijab dengan niat menutupi cacat di tubuhnya. Ada pula yang berhijab agar terkesan sebagai wanita shalihah di mata masyarakat.
Niat beramal shalih seharusnya dikembalikan ke jalan yang benar. Ingatlah, sabda Nabi, yang artinya:
“ Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan sampai kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijarahnya karena dunia yang ingin diperolehnya, atau wanita yang akan dinikahinya, ia pun akan mendapatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mungkin saja muslimah yang berniat tidak benar ini akan mendapatkan apa yang ia cari. Mungkin kulitnya memang akan tetap kuning, aib itu tertutupi dan nama baik bakal diperoleh. Tapi tentu saja tidak akan mendapatkan sesuatu yang lebih agung. Yaitu Ridha Allah.
Keuntungan Berjilbab Bagi Wanita
Kembali, saya akan memberikan wacana tentang jilbab untuk Anda, Sebagaimana sudah kita ketahui bersama bahwa Allah mewajibkan wanita menutup auratnya, artinya berjilbab bukan sekedar “gaya” tetapi salah satu bentuk ibadah dan aplikasi keimanan kepada Allah Swt. Tetapi Iblis dan turunannya sudah bersumpah akan menggoda anak cucu Adam untuk menemani mereka di neraka. Mau di alam nyata maupun dialam maya syetan dan iblis itu bertebaran, menggoda dengan sebuah maksud agar Anda jangan berjilbab, opini-opini dan wacana yang mengaburkan nilai-nilai spiritual seperti yang sering Anda lihat di Kompasiana salah satunya. Dan ternyata….Syetan sedikit berhasil…Wanita banyak mengatakan bahwa yang perlu dijilbab itu adalah hati, percuma saja jika kepala dan dada di jilbab tapi perliaku negative, begitulah kira-kira kampanye syetan dimuka bumi, padahal Allah sudah memerintahkan untuk menutup aurat dan yang boleh tampak hanyalah wajah dan telapak tangan, selebihnya harus ditutup kecuali kepada orang-orang yang dibolehkan.
Berikut ini ada ada beberapa keuntungan bagi para wanita yang berjilbab :
1. Jika Anda tergesa gesa harus keluar rumah dalam keperluan mendadak, darurat dan Anda tidak sempat sama sekali buat mendandani wajah maka menggunakan kerudung Instan terbuat dari kaos itu solusi terbaik, ini berlaku juga saat ada tamu dan kita perlu cepat-cepat untuk membukakan pintu.
2. Jika Anda ingin memberikan ASI pada bayi Anda ditempat umum (bagi yang menikah), Insya ALLAH dengan kerudung Anda dengan bebas bisa memberikannya ditempat umum karena aurat Anda tetap tertutup.
3. Jika Anda memiliki kelemahan dari rambut , Jilbab sebagai pentup aib tersebut, Anda tetap percaya diri dan beraktivitas penuh semangat.
4. Terhindar dari godaan untuk bersikap centil dan tidak sopan, biasanya jilbab bisa jadi alat control kepribadian wanita yang menggunakannya.
5. Sangat dihormati dan dihargai lawan jenis disekitar Anda.

TREND HIJAB 2012

Tahun 2012 dapat dibilang sebagai puncak dari trend busana muslim di tanah air. Dalam tahun inilah busana yang dikhususkan bagi para muslimah tersebut berhasil memikat hati tidak hanya para pengguna hijab, namun juga hati dari pakar fashion dan para fashionista tanah air kita.

Lewat koleksi-koleksi yang semakin beragam, disertai pula kreativitas desainer muda yang semakin berkembang, busana yang satu ini berhasil melewati sebuah evolusi fashion yang tidak pernah terbayangkan.Inilah model-model hijab 2012:

>>Model Asimetris

Sebagai pengguna hijab, memakai pakaian yang menutupi aurat serta tidak terlalu membentuk lekuk tubuh memang sangat penting adanya. Tak heran makanya, pakaian yang berukuran besar, atau setidaknya memiliki satu size diatas ukuran asli tubuh, sering dijadikan pilihan sehari-hari dari para muslimah.

Namun, agar penampilan tubuh tidak terlalu tenggelam dalam oversized top ini, mereka pun cenderung memilih model asimetris sebagai pilihan fashion. Alasannya mudah saja, potongan asimetris yang menghiasi pakaian kan dapat memberikan ilusi figur tubuh yang cantik serta penampilan yang unik dan stylish. Anda pun juga tidak perlu takut dengan pilihan model yang itu-itu saja, karena pakaian asimetris ini juga memiliki detil fashion yang beragam. Seperti detil potongan asimetris dengan aksen fringe, studded, ataupun juga kombinasi bahan yang berbeda. Memakai pakaian yang satu ini pun sangatlah nyaman, karena bentuknya yang cenderung lebar dapat membuat anda bebas bergerak, terutama di aktivitas sehari-hari yang cukup padat.

>>Hijab Berwarna

Hijab bagi seorang muslimah, dapat dibilang bukanlah hanya sekedar aksesoris wanita lagi. Bisa dibilang, kehadirannya pun sama penting dengan pakaian yang menutup aurat. Di tahun 2012 ini, para muslimah pun menunjukkan kreativitasnya dalam mengenakan koleksi hijabnya.

Hal pertama yang dilakukan, adalah dengan mengenakan hijab dalam pilihan warna yang berbeda, bahkan juga motif yang unik! Pilihan warna yang cerah ataupun hijab bermotif, jelas dapat mempercantik busana anda, sekaligus membuat penampilan anda tidak membosankan. Coba juga serasikan warna hijab dengan warna pakaian yang anda kenakan. Dijamin, penampilan pun terlihat lebih fresh dan juga chic.

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=vX2jil4rqzk

Selain memilih hijab yang tersedia dalam pilihan warna berbeda, para muslimah ini pun menunjukkan keapikan mereka menggunakan hijab dalam berbagai model stylish yang berbeda. Mulai yang paling tradisional lewat mengenaknnya dengan model kerudung sampai juga dengan yang paling edgy lewat model turban.

>>Maxi Dress

Untuk tampil lebih feminin dan gaya, anda dapat juga mengenakan dress dengan model maxi sebagai pilihan. Tidak perlu takut dengan model yang cukup terbuka, karena anda dapat menyianyatinya dengan pakaian dalam kaos ko!

Apabila anda tipe yang tidak terlalu suka mengenakan model timpa kaos basic, anda juga dapat menutupi bagian tubuh yang terbuka dengan teknik layering, ataupun menutupinya dengan pilihan outerwear yang berbeda.

>>Layering dengan Outerwear

Seperti yang disebutkan diatas, memakai maxi dress ataupun pakaian lainnya yang memiliki bentuk cenderung terbuka bukan berarti tidak dapat dilakukan oleh para muslimah. Tentu saja terdapat teknik-teknik fashion yang dapat anda kenakan. Salah satu caranya adalah dengan teknik layering.

Sebagai pilihan layering yang tepat, anda dapat memilih cardigan, jumper, sweater atau vest sebagai penutup bagian tubuh yang terbuka. Jangan lupa juga untuk mengenakan belt atau ikat pinggang sebagai aksesoris pemanis penampilan anda.

TIPS MODIS DENGAN HIJAB

Kini baju muslim tidak hanya sekedar gamis panjang berpasangan, tapi sekarang model yang ditawarkan pun makin beraneka ragam dan anda para hijabers bisa memadu-padankan berbagai baju panjang dan menjadikannya baju muslim. Berbagai pilihan mulai dari maxi dress, celana harem, maxi cardigan ataupun kaftan merupakan salah satu fashion garmen yang harus anda miliki jika ingin tetap tampil fashionable dengan cara yang muslimah.

Contohnya adalah dengan memadukan kaos basic anda dengan celana jeans serta maxi cardigan untuk penampilan yang lebih simple. Jika anda menginginkan penampilan yang lebih formal anda bisa gunakan berbagai maxi dress berbahan silk atau chiffon dengan kaos basic berlengan panjang sebagai dalaman, kenakan juga high heels yang akan menambah feminim penampilan anda. Sementara untuk anda yang bingung memikirkan baju pesta muslim, kini anda tak perlu bingung lagi! Kaftan-lah jawabannya, baju muslim yang sedang dan masih menjadi trend ini begitu elegan dan sangat cocok sebagai busana pesta muslim, pilihlah kaftan yang memiliki ornamen batu di bagian dada untuk sebagai penambah glamor penampilan anda.

Mix n Match Model Baju Muslim Terbaru

Kini tampil dengan hijab bukan berarti tidak gaya dan fashionable, malah kebalikannya: anda bisa tampil super stylish dan edgy bahkan dengan busana muslim sekalipun. Sekarang baju muslim tidak hanya sekedar baju panjang gamis satu pasang yang biasanya mempunyai motif yang seragam, kini kamu juga bisa memadu padankan baju model terbaru dan berkreasi sendiri untuk mendapatkan dan juga menciptakan fashion baju muslim terbaru yang tetap sedap dipandang mata. Berikut adalah beberapa model baju muslim terbaru yang wajib kamu miliki untuk memiliki penampilan hijabers muslimah namun tetap stylish!

 

Maxi Cardigan atau vest merupakan model baju muslim terbaru yang juga merupakan atribut yang wajib dimiliki oleh para hijabers. Baju muslim terbaru ini akan terasa manfaatnya bagi kamu para hijabers untuk sekedar menutupi lengan mu ketika memakai t-shirt berlengan pendek. Kini telah ada berbagai macam bahan maxi cardigan dan juga vest yang bisa kamu pilih, misalnya cardigan chiffon yang sedikt lebih tipis dan transparan yang cocok dikenakan jika kamu telah memakai berlapis-lapis baju.